Mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI kerap menjadi solusi bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Sayangnya, tak jarang pula pengajuan KUR BRI mengalami penolakan, bahkan meski status BI Checking Anda dalam kondisi aman. Bagi Anda yang pernah atau sedang mengalami situasi serupa, jangan berkecil hati. Ada berbagai alasan mengapa pengajuan KUR BRI bisa ditolak, serta sejumlah trik yang bisa Anda lakukan agar lolos verifikasi.
Mengapa Pengajuan KUR BRI Bisa Ditolak Meski BI Checking Aman?
Meski status BI Checking Anda dalam kondisi baik-baik saja, bukan berarti pengajuan KUR BRI Anda akan langsung disetujui. Ada sejumlah faktor lain yang juga menjadi pertimbangan bank dalam memutuskan pengajuan KUR BRI, di antaranya:
1. Dokumen Pengajuan Tidak Lengkap
Salah satu alasan utama penolakan KUR BRI adalah dokumen pengajuan yang tidak lengkap. Bank BRI membutuhkan data-data dan berkas-berkas tertentu untuk menilai kelayakan calon debitur. Jika Anda tidak melengkapi seluruh dokumen yang diminta, kemungkinan pengajuan KUR BRI Anda akan ditolak.
Misalnya, bank membutuhkan fotokopi KTP, NPWP, surat keterangan usaha, laporan keuangan, dan dokumen-dokumen lainnya. Pastikan Anda mengumpulkan seluruh berkas yang dibutuhkan sebelum mengajukan KUR BRI.
2. Jenis Usaha Dianggap Berisiko
Selain kelengkapan dokumen, bank juga menilai tingkat risiko dari jenis usaha yang Anda jalankan. Beberapa jenis usaha yang umumnya dianggap berisiko antara lain bidang konstruksi, perdagangan rokok, dan bidang-bidang yang menggunakan bahan berbahaya.
Jika bank menilai usaha Anda berada dalam kategori berisiko, maka kemungkinan besar pengajuan KUR BRI Anda akan ditolak. Untuk menghindarinya, Anda bisa memilih jenis usaha yang dinilai lebih aman dan prospektif.
3. Rasio Keuangan Tidak Memenuhi Syarat
Selain dokumen dan jenis usaha, bank juga akan mengevaluasi kondisi keuangan calon debitur. Beberapa rasio keuangan yang menjadi pertimbangan bank antara lain debt to equity ratio, debt service coverage ratio, dan current ratio.
Jika rasio-rasio keuangan Anda dinilai tidak memenuhi standar yang ditetapkan bank, maka pengajuan KUR BRI bisa saja ditolak. Oleh karena itu, pastikan Anda memperbaiki laporan keuangan usaha Anda sebelum mengajukan KUR BRI.
Solusi Agar Pengajuan KUR BRI Tidak Ditolak
Setelah memahami beberapa alasan di balik penolakan pengajuan KUR BRI, selanjutnya Anda bisa menerapkan beberapa strategi berikut agar lolos verifikasi:
1. Lengkapi Seluruh Dokumen yang Dipersyaratkan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan seluruh dokumen pengajuan KUR BRI Anda telah lengkap. Pastikan tidak ada satupun dokumen yang tertinggal atau belum Anda serahkan kepada pihak bank.
Jika ada dokumen yang masih kurang, segera lengkapi dan ajukan kembali permohonan KUR BRI Anda. Jangan biarkan dokumen yang tidak lengkap menjadi alasan penolakan kembali.
2. Pilih Jenis Usaha yang Kurang Berisiko
Selain melengkapi dokumen, Anda juga perlu memperhatikan jenis usaha yang Anda jalankan. Pilihlah bidang usaha yang dinilai kurang berisiko oleh bank, seperti perdagangan, jasa, atau industri kreatif.
Hindari bidang-bidang usaha yang dianggap tinggi risikonya, seperti konstruksi atau perdagangan rokok. Hal ini akan meningkatkan peluang Anda untuk lolos verifikasi KUR BRI.
3. Perbaiki Rasio Keuangan Usaha
Selain dokumen dan jenis usaha, bank juga akan mengevaluasi kondisi keuangan calon debitur. Oleh karena itu, Anda perlu memperbaiki dan memastikan rasio-rasio keuangan usaha Anda telah memenuhi standar bank.
Beberapa rasio yang harus diperhatikan antara lain debt to equity ratio, debt service coverage ratio, dan current ratio. Lakukan evaluasi dan perbaikan pada laporan keuangan usaha Anda sebelum mengajukan KUR BRI.
Studi Kasus: Kegagalan Pak Budi Mendapat KUR BRI
Pak Budi, seorang wirausahawan di bidang kuliner, pernah mengalami penolakan saat mengajukan KUR BRI. Padahal, saat itu status BI Checking Pak Budi masih bagus.
Setelah ditelusuri, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan pengajuan KUR BRI Pak Budi ditolak, di antaranya:
- Dokumen yang diajukan tidak lengkap, terutama laporan keuangan usahanya.
- Jenis usaha kuliner yang dijalankan Pak Budi dinilai cukup berisiko oleh pihak bank.
- Rasio keuangan usaha Pak Budi, seperti debt to equity ratio dan current ratio, belum memenuhi standar bank.
Setelah mendapatkan umpan balik dari pihak bank, Pak Budi kemudian melakukan beberapa perbaikan, di antaranya:
- Melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan, terutama laporan keuangan.
- Melakukan diversifikasi usaha dengan menambah layanan catering dan toko online.
- Memperbaiki manajemen keuangan agar rasio-rasio keuangan usahanya memenuhi standar bank.
Setelah melakukan perbaikan-perbaikan tersebut, Pak Budi kembali mengajukan KUR BRI dan kali ini pengajuannya berhasil lolos verifikasi.
Troubleshooting: 5 Penyebab Utama Pengajuan KUR BRI Ditolak
Selain tiga faktor utama yang dijelaskan sebelumnya, berikut lima penyebab lain yang bisa menyebabkan pengajuan KUR BRI Anda ditolak:
- Tidak Memenuhi Persyaratan Usia: Bank BRI biasanya memiliki batasan usia minimal dan maksimal bagi calon debitur KUR.
- Tidak Memenuhi Kriteria Usaha: KUR BRI juga memiliki kriteria khusus terkait jenis dan skala usaha yang dapat dibiayai.
- Riwayat Kredit Bermasalah: Jika Anda pernah memiliki riwayat kredit bermasalah di masa lalu, kemungkinan pengajuan KUR BRI Anda akan ditolak.
- Jaminan Tidak Memadai: Bank BRI umumnya membutuhkan jaminan atau agunan untuk mengajukan KUR, jika Anda tidak memiliki jaminan yang memadai maka pengajuan dapat ditolak.
- Kurang Pengalaman Usaha: Bagi calon debitur pemula yang belum memiliki pengalaman usaha yang cukup, pengajuan KUR BRI juga berpotensi ditolak.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa penyebab di atas, perbaiki terlebih dahulu sebelum mengajukan KUR BRI kembali.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Nama Produk | Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI |
| Deskripsi | KUR BRI adalah produk pinjaman modal usaha yang ditujukan bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dengan bunga rendah dan jaminan yang lebih ringan. |
| Limit Pinjaman | Rp 25 juta – Rp 500 juta |
| Suku Bunga | 6% – 9% per tahun (flat) |
| Tenor | 1 – 4 tahun |
| Agunan | Diutamakan dengan agunan, namun bisa tanpa agunan (khusus pinjaman ≤Rp 25 juta) |
FAQ Seputar Pengajuan KUR BRI
- Apa saja syarat pengajuan KUR BRI?
Syarat utama pengajuan KUR BRI antara lain WNI, usia 21-65 tahun, usaha produktif dan layak, serta memiliki agunan (kecuali untuk pinjaman ≤Rp 25 juta). - Berapa lama proses persetujuan KUR BRI?
Proses persetujuan KUR BRI biasanya memakan waktu 3-10 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen dan penilaian bank. - Apakah KUR BRI bisa digunakan untuk memulai usaha baru?
Ya, KUR BRI bisa digunakan untuk membiayai usaha baru selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan bank. - Apa saja dokumentasi yang harus dipersiapkan untuk mengajukan KUR BRI?
Dokumen yang biasanya diminta antara lain KTP, NPWP, surat keterangan usaha, laporan keuangan, dan dokumen kepemilikan agunan. - Apa saja jenis usaha yang bisa dibiayai dengan KUR BRI?
KUR BRI dapat digunakan untuk membiayai berbagai sektor usaha produktif, seperti perdagangan, pertanian, perikanan, industri, dan jasa. - Apakah agunan harus berupa harta tidak bergerak?
Tidak harus, agunan dapat berupa harta bergerak seperti kendaraan atau peralatan usaha, selama nilainya mencukupi. - Berapa suku bunga KUR BRI saat ini?
Suku bunga KUR BRI saat ini berada di kisaran 6% – 9% per tahun (flat).
Disclaimer
Artikel ini hanya untuk informasi umum, bukan merupakan saran finansial profesional. gatensijatim.id tidak bekerja sama dengan pemerintah atau instansi terkait dalam pembuatan artikel ini.
Kesimpulan
Pengajuan KUR BRI bisa ditolak meskipun status BI